A.
Teori
keseimbangan (Heider)
Teori ini dirumuskan oleh Fritz Heider dalam bukunya The Psychology Of Interpersonal Relations. Ruang
lingkup teori keseimbangan (balance theory) dari heider ialah mengenai
hubungan-hubungan antarpribadi . Teori ini berusaha menerangkan bagaimana
individu – individu sebagai bagian dari stuktur sosial , misalnya sebagai suatu
kelompok cenderung untuk menjalin hubungan satu sama lain . Tentunya salah satu
cara bagaimana suatu kelompok dapat berhubungan, ialah dengan menjalin
komunikasi secara terbuka.
Teori Haider memusatkan perhatiannya pada hubungan intra-pribadi ( intra personal)yang berfungsi sebagai daya tarik . Daya tarik menurut Haider adalah semua keadaan kognitif yang berhubungan dengan perasaan suka dan tidak suka terhadap individu-individu dan objek –objek lain. Dengan demikian , teori Heider yaitu sangat menaruh perhatian pada keadaan –keadaan intra –pribadi tertentu yang mungkin mempengaruhi pola-pola hubungan dalam suatu kelompok .
Teori keseimbangan dari Heider menggunakan simbol “L” untuk menandakan hubungan “skala..” “L” (like) perasaan positif yang dimiliki seorang anggota terhadap orang lain atau terhadap suatu objek tertentu , seperti perasaan suka terhadap orang lain, sependapat dengan anggota lain menyetujui suatu tindakan. Sedangka simbol “L_”( lawan dari simbol “L”) menyatakan perasaan –perasaan negatif seperti rasa benci, tidak suka atau tidak setuju . Simbol “U” berarti hubungan pembentukan unit ( unit -forming relationship) dan merupakan persamaan arti dari “Berkaitan dengan” , “Kepunyaan” , “Memiliki” , serta ungkapan –ungkapan lain yang hampir serupa. Kebalikan dari simbol “U” adalah “U_”.
Tiga simbol lain
yang sangat penting dalam sistem Heider, yaitu simbol “p” yang menunjukan orang
(persons), “o” yang berarti orang
lain atau kelompok lain dan “X” yang berarti objek (benda).
Contoh kasus :
Bruno
suka silat dan tidak suka berantem ,
namun Ujang suka berantem dan tidak suka silat. Mereka berdua bersahabat , dan
saling berbagi. Mereka berdua tidak ingin bertengkar satu sama lain. Jika salah
satu dari mereka tidak merubah sikapnya , maka akan timbul tidak keseimbangan
diantara mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar